Langkah Tegas Bank Sentral Brazil Mengatasi Perjudian Tanpa Izin
Di tengah pesatnya peningkatan aktivitas perjudian ilegal di Brazil, Bank Sentral Brazil (BACEN) menerapkan langkah keras dengan mulai menelusuri transaksi keuangan untuk mengidentifikasi platform tanpa izin. Kebijakan ini diperkenalkan setelah Pengadilan Akuntabilitas Federal Brazil (TCU) menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat.
Dengan perubahan terbaru dalam Resolusi No 569, BACEN memperluas analisis risiko kecurangan dan mengawasi transaksi finansial terkait perusahaan perjudian daring yang belum memiliki izin resmi. Ini adalah tanggapan terhadap temuan TCU yang menunjukkan bahwa antara 41% hingga 51% sektor ini terlibat dalam taruhan ilegal, menghasilkan transaksi antara BRL26 miliar hingga BRL40 miliar tiap tahun.
Peraturan baru ini menyertakan pasal khusus tentang taruhan ilegal yang mengharuskan pembagian informasi terkait indikasi penipuan, terutama yang melibatkan operator taruhan tanpa izin. Lembaga keuangan harus mulai menerapkan mekanisme pemantauan dan berbagi data paling lambat 30 November 2026. Sejak 1 Desember, transaksi yang terkait dengan taruhan ilegal harus segera dilaporkan.
Memanfaatkan sistem bernama Fraud Marker, yang sebelumnya digunakan untuk melacak penipuan terkait Pix, lembaga keuangan diharuskan melaporkan pemain maupun perusahaan yang memproses pembayaran ilegal. Pada 19 Mei, laporan yang disetujui oleh Menteri Jorge Oliveira mengungkapkan kelemahan dalam pengawasan pemerintah terhadap perusahaan taruhan.
Laporan ini menyoroti risiko pencucian uang, manipulasi hasil pertandingan, dan penghindaran pajak. TCU menyarankan tindakan lebih agresif dari Bank Sentral untuk menghentikan transaksi yang terkait dengan taruhan ilegal. Bank Sentral diminta menetapkan prosedur khusus guna memastikan penghentian kegiatan keuangan dari operator tanpa izin.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat upaya pemerintah federal dalam menghadapi tantangan dari aktivitas perjudian ilegal.