Siprus Adopsi Kerangka Baru untuk Industri Perjudian Bernilai €1,3 Miliar
Pasar perjudian di Siprus mengalami perkembangan pesat, dengan pendapatan melampaui €1,3 miliar pada 2025. Perubahan ini menuntut perhatian lebih dari badan pengawas setempat. Dengan evolusi teknologi dan penambahan operator lintas batas, Siprus perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan industri yang terus berubah.
Tugas Otoritas Taruhan Siprus
Otoritas Taruhan Siprus sedang mengembangkan regulasi baru untuk pertama kalinya yang akan memasukkan pemasok teknologi perjudian ke dalam pengawasan langsung. Tujuan langkah ini adalah memperkuat posisi Siprus di Eropa sebagai pusat perjudian serta meningkatkan keterbukaan dan perlindungan bagi konsumen. Menurut Panagiotis Trisokkas, Ketua Otoritas Taruhan, meskipun kerangka kerja saat ini sudah menstabilkan pasar, diperlukan pembaruan untuk mengimbangi kemajuan industri.
Penguatan Aturan dan Konsentrasi pada B2B
Undang-undang Taruhan Siprus 2019 menetapkan lisensi untuk operator taruhan daring dan fisik. Ini meliputi operator darat Kelas A dan operator daring Kelas B, dengan kewajiban pajak 10% dari pendapatan bersih dan kontribusi 5% untuk kepentingan sosial. 4% dialokasikan untuk pengembangan olahraga. 1% digunakan untuk menangani efek negatif judi dan melindungi kaum muda. Pasar menunjukkan pertumbuhan 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan perjudian online tetap dominan, lokasi fisik masih berpengaruh besar.
Usulan Reformasi Hukum
Rencana reformasi hukum termasuk sistem lisensi untuk pemasok B2B, bertujuan mengawasi kepemilikan, tata kelola, dan aktivitas bisnis tanpa menghalangi perusahaan yang sah. Bagi Siprus, ini bertujuan menyesuaikan regulasi dengan dinamika industri perjudian yang semakin rumit.
Fokus pada Perjudian yang Aman
Sebagai bagian dari pertumbuhan pasar, Siprus menyoroti bahaya perjudian. Studi nasional mengungkap 70% orang dewasa terlibat dalam perjudian, dengan 3% di antaranya berisiko. Otoritas Taruhan bergerak menuju model kesehatan publik, memandang bahaya perjudian sebagai masalah yang memerlukan strategi lebih dari sekadar penegakan hukum. Ini melibatkan pencegahan, pendidikan, intervensi dini, serta akses ke dukungan.
Regulator menekankan pentingnya tanggung jawab bersama antara pemerintah, operator, pakar kesehatan, peneliti, dan masyarakat umum. Tantangan utamanya adalah mengelola pasar legal yang berkembang sambil mengurangi dampak negatif pada masyarakat.